oleh

Tim Koordinasi Ketahanan Kota Bandar Lampung, Dibutuhkan Untuk Pembangunan Kota Dan Perubahan Iklim

Kota Bandar Lampung sejak keberadaannya telah dikenal sebagai kota niaga yang mengalami perubahan dengan cepat. Potensi kota Bandar Lampung yang memiliki kawasan Pantai, Teluk Lampung hingga perbukitan serta akses yang berdekatan ibu kota negara menjadkan kota Bandar Lampung sangat cepat mengalami perubahan pembangunan di berbagai bidang.

Besarnya potensi pengembangan Kota Bandar Lampung dengan geografis yang ada diikuti pula dengan potensi kerusakan lingkungan sebagai konsekuensi pembangunan dan yang tidak kalah pentingnya adalah telah terjadinya perubahan iklim.  Perencanaan pembangunan yang berbasis lingkungan dan industrialisasi telah dilakukan namun demikian pengaruh iklim global pada akhirnya menjadi tantangan tersediri bagi kebijakan pemerintah daerah di kota Bandar Lampung.

Sejak tahun 2010 Kota Bandar Lampung terpilih menjadi salah satu kota yang mengembangkan  Strategi Ketahanan Kota terhadap Adaptasi Perubahan Iklim sebagai upaya untuk mengurasi resiko dampak dari terjadinya prubahan iklim. Program ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan Mercycorps  yang berjalan selama 7 tahun hingga 2017. Program ini sesunguhnya merupakan antisipasi dari ancaman perubahan iklim yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari, namun demikian perlunya kesiapan pemerinah daerah untuk membangun perencanaan yang tepat sehingga efektif dan bermanfaat untuk masyarakat kota Bandar Lampung.

Program ini ditahun 2010 telah melahirkan sebuah strategi dengan membentuk Tim Koordinasi Ketahan Kota Bandar Lampung yang lebih di kenal dengan Tim Kota. Tim Kota yang terbentuk merupakan salah satu pembelajaran dimana isu perubahan iklim menjadi konsern berbagai pihak untuk secara bersama-sama mengambil peran dalam menghadapi perubahan iklim. Berbagai dinas instansi, perguruan tinggi, media massa hingga NGO tergabung dalam Tim Kota. Tim Kota bekrja secara simultan dan terencana mengawal jalamnya program ketahanan Kota Bandar Lampung.

Dampak positif dari terbentuknya Tim Kota yang multi stakeholder ini adalah meningkatnya kapasitas anggota Tim Kota terkait dengan pemahaman tentang perubahan iklim dan adaptasi sehingga sangat berpengaruh terhadap berbagai program di kota Bandar Lampung. Isu yang berkembang berdasarkan study Kerentanan Kota Bandar Lampung teridentifikasi potensi terjadinya, banjir, longsor hingga kekeringan. Dampak   perubahan iklim ini sangat berpengaruh kepada sektor sosial, ekonomi, lingkungan hingga infrastruktur kota, hingga pada akhirnya dapat menjadi penghambat tercapainya tujuan pembangunan perkotaan.

Tim Kota ini memberikan kontribusi yang efektif terkait dengan penangan isu adaptasi perubahan iklim di Kota Bandar Lampung, selain melakukan perencanaan strategis dengan disusunnya Dokumen Strategi Ketahanan Kota juga mengimplementasikan program-program ril terkait dengan isu kekeringan (biopori), sampah (bank sampah) hingga pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah kota Bandar Lampung.

Pembangunan kota Bandar Lampung di berbagai bidang masih membutuhkan dukungan dari Tim Kota yang fokus dalam isu perubahan iklim untuk dapat secara berkelanjutan untuk mengawal terbangunnya program-program adaptasi perubahan iklim di seluruh sektor pembangunan dengan melibatkan berbagai pihak (pemerintah darah, swasta, perguruan tinggi, NGO hingga masyarakat).

Banyak pihak yang pernah terlibat dalam program Adaptasi Perubahan Iklim mengharapkan Tim Kota dapat mengambil peran untuk mendukung Pemrintah Daerah dalam melakukan pembangunan Kota dengan mensinergikan perencanaan yang berorientasi lingkungan dan secara spesifik menangani isu Perubahan Iklim, mengingat perubahan iklim terus semakin terjadi dengan konsikuensi terjadinya perubahan cuaca ekstrim dengan potensi kebencanaan yang semakin tinggi dan berdampak kepada persoalan sosial.

Sumberdaya Tim Kota yang terdiri dari berbagai individu dengan komitmen yang telah terbukti sudah seharusnya menjadi aset pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memastikan pembangunan Kota berjalan dengan baik dengan meminimalisir resiko perubahan iklim dimasa-masa yang akan datang.Pimpinan Kota Bandar Lampung harus memanfaatkan keberadaan Tim Kota sebagai sumberdaya yang memperkuat perencanaan Pengembangan Kota Bandar Lampung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *