oleh

TETAP HIDUP SEHAT DAN AMAN DI MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Gejolak Corona pada Kehidupan Masyarakat.

Tahun 2020  menjadi tahun yang yang mencetak sejarah baru bagi masyarakat di berbagai bangsa di dunia, bagaimana tidak sedikitnya 100 negara mengalami ancaman musibah pandemi covid 19.

Pandemi ini merupakan penyebaran virus corona yang berkembang dengan cepat dan menyebar melalui perantara udara salah satunya melalui droplet (cairan butiran halus dari mulut yang diakibatkan oleh batuk atau bersin).

Parahnya lagi Virus Corona ini belum ditemukan faksinnya sehingga banyak negara mengeluarkan kebijakan untuk menghalau penyebaran virus ini.

Berbagai kajian dan peneletian terus di;aukan oleh pusat-pusat penelitian obat-obatan namun demikian masih belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Berkembangnya virus corona di akhir tahun 2019  yang di mula dari negri Cina terus berkembang ke seluruh dunia dan memberikan dampak negatif yang luar biasa. Sebagai upaya untuk mencegah penyebar luaasan virus Corona ini lembaga dunia sampai pemerintahan di setiap negara mengeluarkan protokol kesehatan yang diberlakukan antar negara dan di masing-masing negara.

Indonesia menjadi salah satu negara yangg terkena imbas dari Pandemi Covid 19 ini, sejak februari 2020 masyarakat Indonesia sudah mulai menjadi korban positif Corona. Kondisi ini pulalah mendorong pemerintah Indonesia mengembangkan kebijakan terkait dengan Protokol Kesahatan yang sangat ketat.

Untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona dilakukan berbagai kebijakan meliputi pengehentian sementara penggnaan fasilitas umum seperti alat transportasi, penutupan pusat pertokoan dan pasar, penutupan sementara pusat ibadah, pusat pendidikan hingga perkantoran yang bertujuan menghindari terjadinya kerumunan masyarakat yang berdekatan.

Berbagai kajian dan riset terkait penyebaran virus Corona ini adalah untuk menjaga jarak antar masyarakat dalam berkomunikasi, menggunakan masker penutup mulut dan hidung serta mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.

Standarisasi pelayanan kesehatan untuk penderita Covid 19 ini sangatlah diatur dengan seksama di mana pemerntah menyusun ptotokol Covid 19 dengan menyediakan rumaha sakit rujukan covid 19 di setiap daerah yang dilengkapi dengan sarana penanganan penderita covid 19 melalui isolasi penderita.

Pelaksana lawanan kesehatan penderita covid 19 ini pun dilengkapai dengan fasilitas APD (alat pelindung diri) guna menghindari tertularnya dokter dan perawat dari pasien penderita covid 19 serta perlakuan standar dengan penyemprotan disinfektan pada APD Perawat serta lingkungan rumah sakit hingga lingkungan masyarakat umum.

Indonesia sebagai satu negara yangg mengalami Pandemic Corona 19 ini hingga saat ini telah melakukan upaya untuk memutus penularan Virus Corona dengan salah satunya memberlakukan PSBB (pembatasan sosial bersekala besar).

Dampak dari pemberlakukan PSBB sangat berpengaruh pada sektor ekonomi dan kehidupan normal yang ada di masyarakat. Keberadaan virus Corona secara tidak langsungg telaah menggugah banyak penelitian yang menarik berbagai kesimpulan yang diantaranya mengatakan bahwa Corona tidaklah mematikan, tetapi tidak sedikit pula pemberitaan menyajikan kematisn akibat Corona.

Terlepas dari berbagi prdebatan tentang Corona nyata-nyatanya di dusamapai saat ini virus Corona masih terus merebak bahkan di Indonesia data menunjukkan hingga akhir Juni penderita Positif Corona mencapai 105.765 kondisi inidiprediksi masih akan meningkat di akhir Juli 2020 hingga mencapai106.287.

Ketaatan Hidup Sehat Adalah Pilihan di masa Pandemic Corona 19

Pada akhirnya Corona yang sudah merebak di berbagai negara dan berdampak terhadap banyak sektor harus dihadapi dengan pengetahuan yang lengkap. Beberapa ahli kesehatan menyampaikan bahwa menghadapi corona haruslah dilakukan dengan sadar melalui pola hidup yang bersih dan sehat.

Sesungguhnya konsep hidup bersih dan sehat telah lama di perkenalkan sebelum Pandemi Covid 19 merebak, hanya saja persoalannya adalah pola kebiasaan masyarakat yang belum taat dan tertib untuk hidup sehat.

Mengenali pola penyebaran Virus Corona menjadi pilihan yang tepat untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan pola hidup yang bersih dan sehat.

Kampanye pemutusan penyebaran Corona dengan menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, menggunakan hand sanitazer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan adalah bagian untuk menghindari terjadinya kontaklangsung antar oang dan penularan dari udara.

Masa Pandemi Covid 19 secara tidak langsungg telah memberikan berbagai pembelajaran harus bagaimana masyarakat menyikapi hidup yang serba terbatas untuk keberlangsungan hidup.

Pandemic Covid 19 telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, kebiasaan yang kerap kali dilakukan pada akhirnya harus berubah dengan melakukan aktifitas di rumah atau kerap di kenal dengan WFH (work from home).

Perubahan prilaku masyarakat secara luas ini telah pula membuka satu wacana tentang pentingnya secara terus menerus meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam melakukan pola hidup yang tidak konsumtif, selektif dan efesien.

Dibalik begitu besarnya dampak negatif dari Pandemic Covid 19 ini kita sesungguhnya dapat mengambil banyak pembelajaran, bagaimana masyarakat dan negara bersama-sama melawan penyebarluasan Virus Corona dengan mengambil langkah yang tepat yaitu membangun pola hidup masyarakat yang bersih dan sehat.

Mengembangkan pola hidup sehat dan bersih merupakan satu ajaran dimana setiap orang akan mampu meningkatkan imunitasnya masyarakat untuk meningkatkan proteksi diri terhadap serangan virus Corona.

New Normal, Adaptasi Hidup sehat di masa Pandemi Covid 19

Pandemi Covid 19 yang kita alami pada tahun 2020 ini merupakan satu kondisi yang telah memaksa kita semua untuk melakukan adaptasi terhadap kondisi yang ada dengan hidup bersanding dengn Covid 19.

Ketakutan akan ancaman virus corona harus diubah dengan upaya secara sadar untuk memulai pola hidup yang sehat.

Standar hidup sehat perlu terus dikembangkan diberbagai sektor diantaanya di fasilitas pendidikan, fasilitas perkantoran, fasilitas pertokoan dan pasar, fasilitas umum, dan fasilitas transportasi untuk terus mengembangkan pengelolaan fasilitas yang bersih dan menyediakan sarana untuk kebersihan, khususnya fasilitas CTPS (cucitangan pakai sabun) atau hand sanitazer.

Pengembangan teknologi terkait dengan mengurangi potensi penyebaran Covid 19 di berbagai fasilitas menjadi solusi dalam menyelaraskan kebiasaan yangg sehat bagi masyarakat umum. Hal yang paling utama terkait dengan new normal ini adalah terjadinya kesadaran pemerintah untuk memprioritaskan pengadaan fasilitas yang sehat bagi masyarakat dan menurunkan regulasi yang mengatur berbagai kebijakan tentang kesehatan lingkungan.

New normal menjadi satu tahapan baru untuk seluruh masyarakat di dunia khususnya di Indonesia. Penyebaran Virus Corona masih terus berlangsung dan belum dapat di prediksi kapan dapan di kendalikan mnegingan vaksin untuk virus ini belum di temukan.

Perubahan prilaku masyarakat merupakan satu jawaban yang dapat ditularkan secara terus menerus pada dunia usaha dan pemerintah daerah.Perubahan prilaku telah didorong untuk dapat berlaku pad beberapa sektor diantarana:

  1. Dunia pendidikan pada sekolah-sekolah anank-anak didorong untuk selalu mengutamakan kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan diri dengan selalu memastikan tangan yang bersih tidak terkontaminasi kotoran sebagai potensi virus. Kondisi ini diikuti dengan penyediaan fasilitas CTPS di sekolah
  2. Di perkantoran, pertokoan, sarana transportasi telah pula disediakan berbagai fasilitas CTPS di beberapa bagian tempat yang memungkinkan masyarakat melakukan cuci tanganna serta pengaturan jarak antar orang ketida berada dalam satu antrian serta informasi untuk menggunakan masker.

Perubahan prilaku masyarakat disadari atau tidak telah memberikan dampak positif bagi kehidupan yang lebbih sehat dan jaminan untuk tumbuh kembangnya generasi yang akan datang yang lebih berkualitas dan sehat.

Pandemi Covid 19 di awalnya menjadi satu ancaman besar karena kita belum memahami harus bagai mana dapat berdampingan dengan Virus Corona, namun demikian dengan pengatahuan dan pembelajaran dari pengalaman beberapa bulan di tahun 2020 kita semakin memahami bahwa pola hidup sehat dan bersih yang telah ditetapkan oleh lembaga dunia seperti WHO serta lembaga kesehatan Republik Indonesi menjadi satuovid 19 dapat kita hadapi dengan tetap menerapkan prilaku hidup sehat dan bersih.

Membangun maindset masyarakat sejak usia dinia adalah satu investasi untuk tetap melakukan pembangunan dan perubahan untuk mencapai kesejahteraan masyarkat dengan tidak terhambat oleh Pandemi Covid 19. PHBS merupakan satu pendekatan yang sangat sederhana namun membutuhkan pemahaman yang dalam serta diikuti dengan kesadaran bahwa menjamin kebersihan dan kesehatan untuk diri sendiri dan orang lain menjadi keharusan.

Kita harus menyadari bahwa kita adalah bagian dari mahluk sosial yang selalu berinteraksi satu sama lain sehingga hita harus dapat memberikan efek dan dampak positif. Menghadap Pandemi Covid 19 tak ubanya kita membangun toleransi dalam mengembangkan pola hidup yang mendorong terjadinya perubahan prilaku yang baik di masa Pandemi Covid 19.

Prilaku hidup sehat dan bersih telah memjadi pilihan untuk kita dalam mencegah penyebaran Virus Corona dan menjadi langkah maju dalam tetap produktif di masa Pandemi Covid 19 ini. Dengan kenyakinan yang kuat kesadaran serta ketaatan dalam menerapkan protokol kesehatan yangg telah ada semoga kita akan tetap hidup sehat dan aman dari penyebaran virus Corona.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *