Profile

oleh

Saya Herza Yulianto, dilahirkan di kota Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 14 Juli 1970. Terlahir dan tumbuh dari keluarga yang hangat dengan 8 bersaudara, kehidupan yang sederhana dan mengedepankan kebersamaan sebagai keluarga besar.

Hal tersebut menjadi modal awal untuk saya tumbuh dan berkembang sebagai individu yang aktif dan terbiasa bekerja dengan banyak orang.

Sejak kecil saya sudah aktif dalam kegiatan-kegiatan berorganisasi yang dimulai sejak sekolah menengah pertama di SMPN 2 Tanjungkarang 1983 sebagai pengurus OSIS dan aktif dalam olahraga serta kepecinta alaman.

Kebiasaaan ini berkembang di Sekolah Menengah Atas 2 Tanjungkarang 1986 dengan menggeluti organisasi siswa dan olahraga berprestasi, diantaranya sebagaai atlet Judo, dan atlet Softball.

Memasuki jenjang perkuliahan di Politeknik Pertanian Lampung 1989, saya semakin aktif pada kegiatan organisasi dan memilih fokus pada kegiatan pecinta alam yang diinternalisasikan pada mahasiswa pecinta alam Politeknik Pertanian Lampung, sebagai pendiri dan juga pengurus Politeknik Pecinta Alam dan populer dengan POLTAPALA.

Dengan bekal pengalaman yang ada serta komitmen yang kuat terhadap kecintaan kegiatan alam bebas mendorong saya dan beberapa teman setelah tamat kuliah tahun 1992 untuk menginisiasi organisasi swadaya masyarakat dengan nama Mitra Bentala di tahun 1995. Lembaga ini pada awalnya didirikan terfokus pada kegiatan Konservasi lingkungan hidup.

Melalui Lembaga ini saya banyak belajar untuk mendalami isu-isu lingkungan serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Pergulatan yang saya lakukan pada awalnya tidaklah mudah. Perlu waktu dan keikhlasan membangun kepercayaan banyak pihak, seraya meningkatkan kapasitas SDM lembaga melalui kemitraan yang dibangun dari berbagai jaringan kerja NGO lokal maupun nasional.

Dengan menyandang predikat aktivis lingkungan saya banyak belajar, membuka  wawasan dan meraih pembelajaran yang berharga khususnya tentang Sumber Daya Alam dan lingkungan secara umum.

Di tahun 2000 Lembaga Mitra Bentala memutuskan untuk bergerak dan lebih berkonsentrasi di bidang pesisir laut dan pulau-pulau kecil di Lampung.

Isu pesisir dan kelautan menjadi sangat mengemuka sejak terbentuknya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Betapa tidak mengejutkan, ketika isu ini dipubikasikan ternyata Indonesia telah mengalami kerusakan pesisir laut yang sangat parah akibat lemahnya pengelolaan dan perencanaan yang tidak berkelanjutan dan terintegral.

Saya banyak melibatkan diri dalam berbagai kegiatan lingkungan baik sebagai peserta di berbagai seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga resmi pemerintah, lokal NGO, international NGO.

Seiring waktu, peningkatan kapasitas pada diri saya menjadi kekuatan dalam mengembangkan kegiatan lembaga yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan konservasi lingkungan di kawasan pesisir laut dan pulau-pulau kecil di Lampung.

Banyak pengalaman yang saya peroleh dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alamnya. Tampak jelas masih ada para pihak yang memandang sebelah mata dan menaruh pandangan negatif terhadap upaya-upaya kolektif yang kami lakukan.

Pendekatan pendampingan yang kami lakukan secara masive. Pada awalnya, mendapat pertentangan dari pihak-pihak yang merasa tidak nyaman, namun dengan komitmen dan loyalitas serta independensi yang terus kami bangun, seiring waktu kerja-kerja partisipatif mendapatkan respon yang positif.

Perjuangan penyelamatan lingkungan saat ini, dihadapkan dengan gencarnya pembangunan yang masih bersifat eksploitatif dan hanya mementingkan kepentingan golongan tertentu. Persoalan lingkungan masih dikalahkan oleh persoalan demokrasi dan HAM, walau sesungguhnya saat ini kebijakan dan politik dilakukan untuk mensiasati perebutan sumberdaya alam sebagai aset dan modal pembangunan.

Tantangan terbesar saat ini adalah ancaman kerusakan lingkungan yang diakibatkan alih fungsi lahan dan terjadinya perubahan iklim ekstrim. Sebagai komitmen saya di bidang lingkungan, saya sudah 25 tahun bergiat sebagai aktivis lingkungan.

Memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan pengelolaan pesisir laut dan menjadi narasumber di berbagai pertemuan di tingkat lokal dan nasional  tentang masalah lingkungan dan terlibat dalam pengembangan program-program lingkungan berbasis masyarakat di provinsi Lampung.

Hingga saat ini saya masih aktif di lembaga Mitra Bentala dan mengembangkan berbagai inisiatif tentang pengelolaan lingkungan dan kampanye penyadaran bagi masyarakat melalui media online khusus, tentang isu-isu lingkungan.

Saya menyakini persoalan lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, sehingga pemahaman tentang pentingnya pengelolaan lingkungan perlu di tanamkan sejak usia dini dan disadari oleh para pihak serta di dukung komitmen yang kuat dari pemerintah selaku otorita pembangunan, untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan masyarakat.