oleh

Pesisir Timur Lampung Menjadi Daerah Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan

-Pesisir-198 views

Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Dengan kawasan pesisir yang berkarakteristik sebagai kawasan perairan lepas, selat hingga teluk.  Kebijakan pengelolaan kawasan pesisir dan zonasi yang telah dilakukan menjadi sebuah rujukan dalam pengembangan kawasan pesisir Lampung dengan melibatkan para pihak. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung dengan dukungan penuh dari YBUL-EDF dan Starling Resources (SR) bersama dengan Mitra Bentala dan pemangku kepentingan terkait di Provinsi Lampung telah mengembangkan Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (IPPRB).

IPPRB bertujuan untuk melaksanakan pengelolaan perikanan melalui perencanaan dan pengambilan keputusan yang partisipatif dan berdasarkan keilmuan. Kegiatan inisiatif perikanan rajungan ini dilakukan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 712. Dari lima fase yang telah ditetapkan, saat ini IPPRB telah memasuki fase keempat yaitu implementasi rencana aksi yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Untuk mengimplementasikan rencana aksi tersebut, dibentuk sebuah Komite Pelaksana Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (KPPRB) yang terdiri dari perwakilan pemerintah (dari tingkat Provinsi dan Kabupaten), masyarakat nelayan, Pembina, miniplant, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan perikanan rajungan di Provinsi Lampung.

Salah satu persyaratan umum (enabling conditions) sebagai elemen pendukung dalam rencana aksi pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan di pesisir Tmur Lampung adalah penguatan atau pembentukan kelompok-kelompok di masyarakat yaitu kelompok Nelayan, Pembina, dan dan miniplant. Dengan terbentuknya kelompok-kelompok perwakilan pemangku kepentingan tersebut, diharapkan dapat merepresentasikan aspirasi pemangku kepentingan di dalam KPPRB.

Pada umumnya motivasi awal pembentukan kelompok nelayan (Kelompok Usaha Bersama – KUB) di Pesisir Timur Lampung adalah untuk mendukung  program pemerintah. Belum ditemukan adanya nelayan yang termotivasi membentuk kelompok untuk memperkuat posisi nelayan dalam pengelolaan perikanan dan sedikit yang termotivasi membentuk kelompok nelayan sebagai sarana belajar dan bertukar pikiran.

Saat ini kelompok-kelompok nelayan yang ada di pesisir Timur Lampung menghadapi berbagai masalah terkait dengan aktivitas organisasinya, dan sebagian cendrung vakum pasca pembentukan kelompoknya.Ada berbagai faktor yang mempengaruhi tidak berfungsinya kelompok-kelompok nelayan tersebut antara lain adalah kurangnya kapasitas anggota kelompok dalam berorganisasi dan tidak teridentifikasnya kebutuhan kelompok. Di sisi lain, nelayan dan pelaku usaha perikanan tidak mempunyai pengetahuan tentang pengelolaan perikanan. Sehingga ada keengganan untuk ikut terlibat di dalam kegiatan pengelolaan perikanan.

Guna mengatasi masalah tersebut, maka perlu dilakukannnya pendampingan dari organisasi pendamping  untuk  membantu dalam hal: pembentukan dan pendampingan kelompok-kelompok nelayan, memberikan pelatihan dasar-dasar organisasi, peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan perikanan berkelanjutan dan informasi tentang Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan kepada masyarakat luas. Hasil yang diharapkan adalah nelayan melalui kelompoknya mampu menyampaikan aspirasi dan berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan perikanan berkelanjutan. Disamping itu, adanya kelompok yang kuat juga berpeluang untuk meningkat kesejahteraan masyarakat melalui akses terhadap program-program pemerintah.

Daerah pengembangan program Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (IPPRB) meliputi Kabupaten Lampung Timur Kecamatan Labuan Maringgai, Kabupaten Lampung Tengah Kecamatan  Bandar Surabaya dan Kabupaten Tulang Bawang Kecamatan Dente Teladas.Dihrapkan kedepan wilayah-wilayah tersebut dapat mengoptimalkan produksi perikanan Rajungan dan memberikan kontribusi dalam mensuplai kebutuhan rajunan dan mampu meningkatkan perekonomian nelayan pesisir Timur Lampung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *