oleh

PERMASALAHAN LINGKUNGAN PERKOTAAN

-Perkotaan-104 views

Saat ini persoalan lingkungan hidup  sudah dialami oleh banyak  kota-kota besar di Indonesia. Berbagai persoalan lingkungan hidup seperti pencemaran air dan udara, banjir, kekeringan, kemacetan, sampah dan sanitasi menjadi kenyataan yang harus dialami warga kota dalam hidupnya sehari-hari. Pembangunan kota yang dilakukan terus menerus tanpa henti ternyata telah menurunkan kemampuan lingkungan hidup (degradasi).

Kota menjadi magnit  yang  menarik banyak orang berdatangan untuk bekerja dan tinggal menetap. Kota memang menyediakan berbagai macam kegiatan ekonomi (baik yang formal maupun informal) serta kelengkapan fasilitas. Orang-orang datang ke kota karena di tempat asalnya sudah tidak ada lapangan pekerjaan lagi, sempitnya lahan berusaha, berkurangnya sumberdaya alam yang bisa diolah, menurunnya hasil produksi pertanian dan peternakan serta sebagainya.

Dampak  pertumbuhan penduduk di perkotaan semakin tinggi. Sedangkan pertumbuhan penduduk di dalam kota itu sendiri sudah berlangsung secara alamiah. Proses ini merupakan konsekuensi logis dari pembagunan yang cenderung pro kota (urban bias). Namun seiring dengan hal itu, berbagai permasalahan lingkungan hidup mulai muncul dan makin kompleks karena dibiarkan berlarut-larut. .

Kejadian banjir sepertinya rutin terjadi tiap tahun, mulai dari banjir kecil hingga banjir besar. Masalah lingkungan hidup ini muncul sebagai akibat pengaruh dari beratnya beban jumlah penduduk beserta aktivitasnya yang harus ditanggung perkotaan, akibatnya  kemampuan lingkungan hidup tidak sepadan lagi dengan daya dukungnya untuk menunjang kehidupan warganya. Lebih jauh lagi secara rinci, Leitmann (1999) dalam buku Environmental Planning and Management in Urban Design mengatakan permasalahan internal lingkungan hidup di perkotaan berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan industrialisasi.

Ketidaklayakan pemukiman dan sarana prasarana yang tersedia di perkotaan adalah inti utama dari masalah kesehatan lingkungan. Contohnya, penyediaan air bersih yang terbatas, pengelolaan sampah yang tak tepat, kondisi sanitasi yang buruk, saluran drainase yang rusak dan tak terpelihara, penggunaan lahan rawan bencana, kurangnya ruang terbuka hijau dan sebagainya.

Masalah lingkungan hidup yang dulu dianggap tak seberapa, kini semakin lama makin rumit. Berbagai gejala degradasi lingkungan yang terdapat yaitu; (1) Makin besarnya ancaman banjir, (2) Peningkatan polusi udara, (3) Penurunan kuantitas dan kualitas air tanah, (4) Penurunan kualitas lingkungan fisik pemukiman, dan (5) Penurunan kualitas air sungai.

Kualitas lingkungan fisik perumahan dan permukiman di perkotaan makin lama makin membuat warganya tak nyaman. Lahan perkotaan yang terbatas makin disesaki oleh padatnya permukiman penduduk serta kawasan terbangun lainnya. Secara perlahan ruang terbuka hijau di perkotaan menghilang. Padahal ruang terbuka hijau mempunyai manfaat ekologis, yaitu menyejukkan udara dan manfaat sosial, yaitu sebagai tempat bersosialisasi.

Pemukiman penduduk yang padat di perkotaan akan membuat ruang hidup terasa sesask. Pengembangan fasilitas pemukiman pun terkendal keterbatasan lahan. Padahal ketersediaan infrastruktur seperti jaringan listik, jaringan air bersih, saluran drainase, ruang terbuka hijau, tempat pembuangan sampah dan jalan, adalah fasilitas yang penting untuk menunjang kehidupan dan aktivitas semua warga. Untuk menjawab berbagai potensi permasalahan lingkungan hidup  di perkotaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *