oleh

Mitra Bentala Kembangkan Taman Kehati Galih Batin Untuk Konservasi Tanggamus

-Kehutanan-286 views

Hutan merupakan vegetasi primer yang ditumbuhi berbagai tegakan tanaman kayuan yang mempunyai fungsi hidrologis sangat tinggi. Tegakan pepohonan dengan struktur  tajuk yang tinggi dan lebat sangat membantu dalam memecah curahan air hujan menjadi butiran yang dapat diserap oleh tanah dan selanjutnya menjadi air tanah, serta sistem perakarannya yang membentuk rongga-rongga tanah sebagai pori-pori air masuk ke dalam tanah.

Selain fungsi hidrologis hutan dengan keragaman vegetasinya menjadi tempat berkembang biaknya beraneka hewan liar. Keberadaan keragaman jenis flora dan fauna ini menjadi kekayaan alam yang perlu di lestarikan untuk mencegah kepunahan akibat kerusakan lingkungan yang terjadi. Sudah tidak dapat ditangkal hutan pada akhirnya memiliki fungsi yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya, sebagai pencadang air kedalam tanah dan tumbuhan yang bermanfaat khususnya hasil hutan non kayu untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di provinsi Lampung  yang memiliki sumberdaya hutan yang cukub luas, salah satunya di kecamatan Kotaagung  Timur. Diwilayah ini terdapat gunung Tanggamus yang menjadi icon kabupaten Tanggamus bahkan provinsi Lampung. Kawasan gunung Tanggamus merupakan kawasan kehutanan yang masih terjaga kondisinya, namun demikian pada kawasan kaki gunung ini sudah banyak berubah fungsi sebagai perladangan dan pemukiman masyarakat. Pertumbuhan penduduk dan pengembangan wilayah tanpa disadarai telah menekan keberadaan hutan yang memiliki fungsi sangat besar bagi keseimbangan lingkungan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di Tanggamus.

Besarnya potensi sumber mata air di wilayah Kotaagung  Timur  dan masih tingginya kebutuhan air bersih dan air minum kemasan telah mendorong  dibangunnya pabrik minuman kemasan Aqua  sejak tahun 2015. Kehadiran pabrik Aqua mampu membangun geliat kegiatan ekonomi bagi masyarakat dan pelibatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan usaha yang dilakukan oleh perusahaan jelas Kepala Pabrik Aqua Tanggamus Asep. Sebagai salah satu konsekuensi dari pemanfaatan sumber air di kawasan Kotaagung  Timur tepatnya di Pekon Teba, PT Tirta Investama Aqua Tanggamus dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik. Sebagai wujud kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan PT Tirta Investama Aqua Tanggamus mengembangkan program Taman Kehati (keanekaragaman hayati)  yang  dimulai  tahun 2017.

Program Taman Kehati merupakan salah satu upaya untuk menciptakan hutan koleksi yang akan ditanami dengan berbagai jenis tanaman kayuan khususnya yang endemik Tanggmus dan mulai langka. Kedepan Taman Kehati ini diharapkan akan berkembang sebagai hutan koleksi yang   dapat memberikan fungsi hidrologis dan dimanfatkan sebagai pusat edukasi lingkungan hidup bagi masyarakat di Tanggmus lanjut pak Asep.

Program Taman Kahati PT Tirta Investama Aqua Tanggamus di kembangkan di Pekon Teba yang berada di sekitar mata air Galih Batin.Pengembangan program Taman Kehati Galih Batin ini sejak awal perencanaannya PT Tirta Investama Aqua Tanggamus bekerjasama dengan Mitra Bentala Lampung sebagai pengelola program.

Direktur Mitra Bentala Mashabi menjelaskan “Taman Kehati ( Keanekaragaman Hayati) menjadi salah satu kawasan ex situ untuk melakukan perlindungan keanekaragaman hayati, di samping Kebun Raya. Taman Kehati telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2012 Tentang Taman Keanekaragaman Hayati”.

Berdasarkan Permen No. 03 Tahun 2013, Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) memiliki pengertian sebagai suatu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ dan/atau ex-situ, khususnya bagi tumbuhan yang penyerbukan dan/atau pemencaran bijinya harus dibantu oleh satwa dengan struktur dan komposisi vegetasinya dapat mendukung kelestarian satwa penyerbuk dan pemencar biji lanjut Mashabi.

Fungsi utama Taman Kehati adalah sebagai kawasan penyelamatan tumbuhan lokal. Selain itu Taman Keanekaragaman Hayati juga diharapkan mampu menjadi sumber bibit, pemulihan tanaman, dan sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan penyuluhan, serta menajadi lokasi wisata alam dan sebagai ruang  terbuka hijau.

Tumbuhan yang akan diselamatkan dalam Taman Kehati adalah tumbuhan lokal, tumbuhan endemik, dan tumbuhan langka. Dalam pelaksanaannya, Taman Kehati melakukan metode penanaman yang didasar oleh pendekatan ekosistem. Disini  tumbuhan utama yang akan diselamatkan di tanam dan didampingi tanaman penunjang (tanaman pakan satwa penyerbuk).

Program Taman Kehati Galih Batin yang dikembangkan oleh PT Tirta Investama Aqua Tanggamus dan Mitra Bentala telah dilakukan dengan diawali perencanaan Taman Kehati dengan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar Taman Kehati. Sesuai dengan tujuannnya Taman Kehati Galih Batin dikembangkan sebagai lahan konservasi tanaman lokal yang sudah mulai langka dan dikembangkan sebagai lahan belajar untuk lingkungan.

Lahan Taman Kehati yang berasal dari perladangan di ploting sebagai area konservasi yang terdiri dari blok Repong, blok Hutam sekunder, blok DAS dan blok konservasi. Dengan adanya perencanaan  Taman Kehati ini diharapkan lahan yang ada dapat menjadi area tegakan pohon kayuan lokal daerah Tanggamus.

Selain sebagai lokasi konservasi lingkungan Taman Kehati ini juga dirancang kedepannya menjadi salah satu sarana belajar lingkungan bagi anak-anak yang dikenal dengan Jalur PLH (pendidikan lingkungan hidup), disampaikan oleh Ogja staff lapangan Mitra Bentala. Pada Jalur PLH ini anak-Anak akan diberikan pengetahuan dasar tentang Konservasi air, pengolahan sampah dan pembibitan. Tujuan akhir Taman Kehati ini menjadi satu model konservasi hutan yang terkelola dengan baik dengan keterlibatan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *