oleh

KOTA METRO DEKLARASI OPEN DEFECATION FREE

-Perkotaan-172 views

Pembangunan sub-sektor sanitasi sudah sejak lama dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan parapihak lainnya yang konsen terhadap bidang tersebut. Hal ini dilakukan untuk menekan tingginya angka kesakitan yang disebabkan oleh penyakit akibat layanan sanitasi yang buruk seperti penyakit diare, kolera, penyakit cacing, ascariasis, hepatitis, dan penyakit berbasis lingkungan lainnya. Serta untuk mencegah dan menekan kejadian malnutrisi yang dapat menyebabkan kondisi stunting pada balita.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Lampung Dalam Angka 2019, menyebutkan prosentase rumah tangga di Provinsi Lampung yang mengakses sanitasi layak mencapai 79,98% dari 8.370.485 penduduk Lampung. Dari data tersebut menunjukan masih ada 20,02 % atau sekitar 1.675.771 warga Lampung masih membuang tinjanya secara sembarangan atau Open Defecation.

Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutus rantai penularannya harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (SBS). Dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, baru tiga kabupaten/kota telah 100% mengakses jamban layak dan berstatus ODF yaitu Kabupaten Pringsewu, Way Kanan dan Kota Metro.

Pada akhir Oktober 2019, Kota Metro berhasil menyelesaikan persoalan prilaku buang air besar sembarangan. 100 % warga Metro telah mengakses sarana jamban yang layak. Dan dinyatakan lolos verifikasi ODF oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Pencapaian tersebut merupakan hasil komitmen pimpinan daerah dan upaya seluruh parapihak dalam mewujudkan Kota Metro bersih dan sehat melalui pendekatan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). ODF di Kota Metro dideklarasikan pada 15 November 2019, kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan organisasi non pemerintah yaitu Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dan SNV Netherlands Development, lembaga pembangunan dari Belanda melalui Program WASH SDGs dan Voice for Change yang melakukan pendampingan kepada Kota Metro menuju Sanitasi Aman Berkelanjutan untuk semua sesuai dengan Target SDGs (Sustainable Development Goals) Goal yang ke-6.

Sumber: Press Release YKWS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *