oleh

Komunitas Peduli Sungai Way Lunik Bersiap Menyambut Musim Penghujan

Bandar Lampung merupakan kota  yang memiliki sumber daya sungai yang besar dan membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaannya. Seiring pembangunan, kenyataannya masih banyak sungai-sungai di kota Bandar Lampung yang semakin menurun daya dukung dan daya tampungnya. Kondisi ini  menjadi ancaman bagi masyarakat Bandar Lampung di waktu yang akan datang. Fungsi sungai semakin menurun dan mengkhawatirkan. Kerusakan kualitas air dan menurunnya volume air diakibatkan masih kurangnya kesadaran para pihak dan masih lemahnya pengawasan dan penegakan hukum bagi pemanfaat sungai

Masih rendahnya prioritas dalam  pengelolaan sungai-sungai di Bandar Lampung telah berdampak terjadinya pencemaran, longsor dan banjir di kawasan daerah aliran sungai. Bencana ini sangat merugikan, mengingat dampaknya besar kepada kehidupan masyarakat untuk mendapatkan kelayakan hidup dan memperoleh sumber daya air, kenyamanan dan keamanan. Dampak yang lebih besar dan menjadi berkelanjutan adalah timbulnya wabah penyakit dan beban sosial yang  yang membutuhkan biaya yg besar. Untuk itu butuh peran serta dari masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya sungai.

Kehadiran komunitas peduli sungai yang terdapat di salah satu sungai way Lunik di kota Bandar Lampung merupakan wujud nyata atas kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sugai secara berkelanjutan. Sutiman, ketua KPS Way Lunik mengatakan bahwa sungai way lunik pada tahun 2019 ini mengalami kekeringan yang panjang sehingga masyarakat sekitar sngai merasakan kesulitan mendapatkan air, mengingat sebagian sumber air berasal dari resapan. Keringnya sumber air yang terdapat di sungai Way Lunik sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, dimana musim kemarau yang panjang ini mengakibatkan sedikitnya curah hujan dan keringnya sumber-sumber mata air.

Di penghujung musim kemarau ini KPS Way Lunik sudah memulai melakukan beberapa kegiatan pemeliharaan badan sungai yang kering dengan membershkan badan sungai dari vegetasi liar dan sampah-sampah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya banjir bilamana musim penghujan datang, karena diperkirakan karna perubahan iklim, curah hujannya sangat tinggi.Sutiman menjelaskan, KPS yang terdiri dari beberapa masyarakat ini selalu berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sungai yang utama adalah tidak membuang sampah di sungai dan menjadikan sungai sebagai muka rumah bukan belakang rumah yang kerapkali dijadikan tempat sampah dan buang hajat.

Komunitas peduli sungai Way Lunik selalu mengagendakan kerja pembersihan sungan secara berkala dengan melibatkan masyarakat sekitar sungai untuk memastikan sungai terpelihara bersih untuk menghindari adanya smber penyakit dan potensi bencana banjir. KPS Way Lunik berharap pihak terkait dapat mendukung pemeliharaan badan sungai yang sebagian sudah mengalami kerusakan, salah satunya adalah pondasi sungai yang sudah rusak karna termakan usia. Sumberdaya sungai kedepan menurut Sutiman akan jadi salah satu alternatih penyediaan air bersih karena semakin berkurannya sumber mata air akibat alih fungsi lahan konservasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *