oleh

Januari 2020 Puncak Musim Hujan di Lampung, Masyarakat Dihimbau Siaga Cuaca Ekstrim

Musim kemarau panjang tahun 2019 telah meninggalkan banyak permasalahan di masyarakat, salah satunya adalah berkurangnya ketersediaan sumber air yang berpengaruh  terhadap sistem pertanian di sebagian besar wilayah Indonesia. Kemarau panjang telah menimbulkan dampak sosial dan masalah lingkungan dengan banyaknya spot api sebagai pemicu kebakaran hutan.

Awal desember 2019 berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim hujan di Sumatera mulai turun dan puncak musim hujan diperkirakan pada Januari 2020. Seraya dengan telah terjadinya perubahan iklim musim hujan 2019-2020 ini banyak pihak mengharapkan pemerintah daerah dan masyrakat belajar dari pengalaman yang telah dialami oleh provinsi Lampung terkait dengan terjadinya cuaca ekstrim.

Potensi terjadinya angin kencang diikuti dengan curah hujan yang tinggi menjadi satu perhatian, mengingat hal ini menjadi potensi terjadinya banjir di daerah perkotaan dan longsor di daerah perbukitan serta ancaman pohon tumbang. Berbagai pihak berharap pengalaman bencana yang pernah dialami oleh masyarkat di provinsi Lampung mulai untuk dilakukan antisipasi resiko bencana.

Masyarakat diminta untuk taat dalam mengelola lingkngannya dengan mengelola sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah di selokan maupun sungai. Kebiasaan masyarkat membuang sampah secara tak bertanggung jawab ini menjadi pemicu terjadinya banjir. Pemeliharaan pohon-pohon di pinggir jalan harus dilakukan, pemeliharaan untuk mencegah terjadinya pohon tumbang yang dapat menggangu transportasi umum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *